jump to navigation

Anger against Malaysia grows December 8, 2006

Posted by elizabethwong in International, Malaysia, Politics.
trackback

protest_04_dj.jpg

(From UB Post, 7 Dec) THE Mongolian National Center Against Violence held a joint meeting with other human rights, women’s rights, and children’s rights organizations in the country on December 6 at the conference hall of National IT Park to call for action in protest against the murder of a Mongolian woman in Malaysia.

“We Demand Justice” was the unanimous demand at the gathering. The meeting began with the assembly standing for a minute in silence in memory of the victim, Sh.Altantuya, 28, a mother of two. A short documentary film about her life was then shown.

The alliance of human rights organizations and women’s non-profit organizations urged the Government of Malaysia to apologize to the people of Mongolia for the murder, to pay for the support of the victim’s children until they reached majority, including their medical expenses.

“I hope that the Government of Malaysia apologizes. We also demand a fair trial and that full justice is seen to be done,” said Sh.Altanzul, a sister of Altantuya.

J.Altantsetseg, director of National Center Against Violence, explained that they were demanding an apology from the Government of Malaysia as police officers, who by definition were part of a State’s legal enforcement machinery, were found to be involved.

“The final hearing of the trial will be next week. The reputation of the Malaysian judicial system itself is on trial at the international level. The people of Mongolia, especially its national network of human rights organization, are watching carefully how this case proceeds. We hope some human rights organizations in Malaysia would support us in this respect and put pressure on their government,” she said.

The Government of Mongolia has to protect its citizens abroad, and this does not mean merely sending formal letters, according to many of the speakers. The gathering has sent two letters of demand, one to the President of Mongolia, its government, and parliament, and the other to the King of Malaysia, its government, and parliament.

Comments»

1. RANJIT SINGH - December 14, 2006

Hasil dari pembelian 2 buah submarines dari Franchis ..Abd. Razak Baginda mendapat commisioned RM 100 juta. Olih itu Razak yang di katakan bersubhat membunuh Altantuya…perlu membayar ganti rugi kepada keluarga mendiang serta kepada 2 orang anak nya sebanyak RM 50 juta. Kos perubatan dan lain lain tangungan bagi membesarkan 2 orang anak Altantuya ..Razak mesti bayar sebanyak RM 1.0 juta satu tahun sahinggalah mereka dewasa. Razak mesti bertanggung jawab.Kerajaan Monggolia mesti tegas dalam perkara ini…Kalau tidak ..hulubalang the Mongol..Genghis Khan..dan bala tentera nya mesti menyerang Malaysia…..

2. lhbmscit - December 17, 2006

Uncle Ranjit, don’t kid yourself! Ab Razak will not admit to the murder but instead accuse the 2 policemen. A secret deal has already been reached with the 2 policemen whereby they will admit to the murder and then sentenced to jail for a few years. Of course a few million dollars will be given to them. And when everything has quieted down, say in 1 or 2 years, they will be released to enjoy their ill-gotten millions. And forget about Genghis Khan and his hordes… Najib’s F16s and Mig29s will slaughter them before they even reach here.

3. KK - January 2, 2007

Which Mr Razak? Mr Abdul Razak? or Mr Razak, N?

4. undergrad2 - January 21, 2007

Is she Mongolian or mongoloid?? To want to do what she did! What was she thinking??

5. elizabethwong - January 21, 2007

I am ever more convinced the higher education system needs a total overhaul, undergrad2.

6. iWAN - October 26, 2007

why don’t you create your own song? you said we are Indon are barbar but how barbar are you stealing a song from barbaric nation hi hi hi you malaysian must have really inferior complex on your soul. Do you know what people here in indon called you malaysian? Malingsia …means you’re a thief!! well i feel sorry to you

Malaysia Kembali `Bajak` Lagu Daerah RI

Tokyo, 26 Oktober 2007 10:12
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu di Tokyo, Kamis (25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi `pembajakan` tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka,” kata Pitono, sebagaimana dilansir dari Antara.

Pihak konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad-Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia.

“Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

“Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya,” kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

Antara menyebutkan, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia “Cinta Sayang” pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Indang Sungai Garinggiang.

Sebelum dan sesudahnya, pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.

Untuk memastikan, pihak Konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu “Indang Sungai Garinggiang” adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

“Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingatkan Malaysia,” kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring “Tari Indang”. Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo untuk dapat mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku Rasa Sayange juga dibajak oleh negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim di Malaysia. [EL, Ant]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: