jump to navigation

‘Ganyang’ Malaysia II August 29, 2007

Posted by elizabethwong in Human Rights, International, Malaysia, Southeast Asia.

(poster oleh mob1900)

Selepas kasus Donald Kolopita dari tim karate Indonesia yang ditahan lalu dipukul oleh polisi Malaysia tanpa alasan, pemerintah Malaysia seharusnya meminta maaf.

Tetapi ini tidak berlaku.

Donald, sampai hari ini, masih memerlukan rawatan hospital.

Sekarang, rakyat Indonesia mula beraksi di depan kedutaan and kantor pemerintah Malaysia, dari Sumatera ke Pulau Jawa. DPR pun mahu masuk dalam gelanggang. Ada segolongan yang sedang buat ‘sweeping’ – mencari rakyat Malaysia untuk dipukul, seperti mana di Surabaya.

Apa salahnya, kalau pemerintah Malaysia mengaku salah? Mengapa mereka harus melindungi polisi suka menyalahgunakan kuasa mereka?

Mungkin pihak polisi udah biasa memukul orang Indonesia, orang Myanmar, membuli TKI di sini. Tetapi kali ini, kononnya mereka terpilih orang yang salah.

Pak Lah dan Musa Hassan – “Say sorry!”


1. Mushroom Ali - August 30, 2007

waduh mbak. macam gangster pukul orang ikut suka hati, selepas itu susah sangat mahu minta maaf. Andaikata ia melibatkan warganegara kuasa besar dunia memang pantas Wisma Putra hantar delegasi memohon maaf. memang dasar bajingan.

2. Ian - August 31, 2007

Usir pekerja malsyai yang ada di Indonesia!!!!!!!!!!! Ngak perlu berbaik hati sama melayu malaysia..!

3. putra - September 1, 2007

why dont you take the 4 million TKI who works here,robbery and rape case and it involved many indonesians.You dont demand sorry and at the same time you need to see what the actual situation what really happens.Im sure this a political move to depress our HUT in malaysia.

4. Shea - September 2, 2007

an eye for an eye
blood for blood

are no way to get to world peace. emotional and irresponsible statements that could stir racial/national clash are like fuelling the fire. this is not the time to point fingers and accuse each other.

how can u call that ‘sweeping’ action as justice?
imagine all malaysians start beating and abusing their maids because of those cases where the maid killed an 11-month-old boy and another maid stomped on a 3-year-old girl AND got caught on camera?
imagine our university students start whacking our indonesian friends simply because some of our malaysian friends got whacked in indonesia.

when will the attacks end?! when we are done destroying each other?
it’s the individuals that made mistakes and we blame it on their countries of origin?

i can’t bear imagining my indonesian friends in my university get hit just for BEING Indonesians!

just my two cents.

5. sudirman - September 2, 2007

despite the apology given they still do the sweeping of malaysian overthere.My friend pass away after two week in the police cell.He was complaining chest pain due to the beating.All our collegues knew about it.He was at a discotic and was rounded up and was detain without proper presentation.Do we report to our media on this and become emotional bout judgment process? Do we pressed their president to ask for apology?never because we know they are emotional type of people.They are trigger happy only with an apology.Wonder what happen on the judgment of the Karate guy,Will apology superceed the findings that lead to the arrest or was there anything deeper to the politics of the two countries.

6. putra - September 2, 2007

dont spoil our merdeka spirit!!!!!!

7. putra - September 2, 2007


8. putra - September 2, 2007


9. sh!thead - September 2, 2007

it is time…
sweep all malaysian in indonesia…

10. iyan - September 3, 2007

celebrate merdeka without arrogance!!!!

11. sahbudin - September 4, 2007

Ganyang malaysia

12. Vera Viji - September 4, 2007

hukum orang yang melakukan pemukulan ( 4 polisi ), meminta maaf secara terbuka kepada rakyat indonesia bukan hal yang memalukan , tetapi menunjukkan sikap seorang kesatria . Tdak satupun negara yang sempurna , kesalahan bisa terjadi dimana saja..tapi untuk memperbaiki kesalahan yang terlanjur mencoreng muka..sebaiknya berbesar hati untuk meminta maaf secra terbuka.., Maaf merupakan obat penawar luka , menutupi banyak kemarahan. Sebagai orang beragama , tak pantang untuk meminta maaf ..juga memaafkan…

13. julian - September 4, 2007

Masalahnya karna dua negara menganggap kedua2 nya satu rumpun apabila soal perkara yang berlaku harus ada yang memberi dan ada yang menerima.
Tapi ini kasus jalur hukum positif yang harus dilalui oleh pihak yang terbabit.Tapi soal meminta dua pimpinan saling meminta dan memaafkan apakah bisa terlepas polisi yang bertanggung jawab menjalankan tugas dan ketentuan tugas2 menghadapi situs kriminal yang berleluasa di mana2 sekarang.
Kita harus menghadapi situs inintanpa mengharap soal “serumpun” untuk pengadilan bersama.

Nah sekarang yang terinaya dalam kasus ini apakah akan menuntut dengan pemerintah Malaysia kalau kos ganti rugi ditanggung semua?

Ini soal maruah bangsa donk!!! Soal bangsa itu soal nasionalisma.

Apakah bila kita sudah meminta maaf dan sudah di maafkan masih berlanjut lagi rasa kurang seneng di antara dua rakyat ??

Kita liat akan pengadilan……yang pasti maaf itu sangat murah tetapi
perasaan kita saling tidak akan kalau tidak di adili secara profesional !!!

14. bas - September 4, 2007

This incident is only another proof of Malaysian’s arrogance over Indonesians. I cant imagine how my fellow Indonesians gets beaten like dogs only because they’re Indonesians! We’re not a nation of slaves for God sake!! How can such barbaric actions be preserved by the Malaysian Government?

15. nadia - September 5, 2007

Its not the malaysian government for goodness sake.How come you kept blaming us……Your media have cheap publicity in blowing out of proportion small matters.Indonesian are too sensitive selectively.

Look in our prison why are there so many crimes created by foreigner who break the rules and law of this country.I cant afford to pay tax for crime ……

Even malaysian gets beaten by the enforcer of law.Try and break the law in Singapore and you can see how they carry out whiping sentence…..we are too lenient on our law here……and you can see why crime is increasing.I dont agree with our prime minister ask for forgiveness when the is on to mete out how the incident happen.

Yes you are not a nation of slave but do respect the law here,we are not arrogant people……but all of us has to be pragmatic.Since you demand people to apologise why keep harping on the issues.

How come we can tolerate too many illegals when there are rules here…..My family was rob by an illegal indonesian and my father was very hurt by the robber.I cannot protest or demand apology from the people if Indonesia or complaint to our minister….How do you pacify me on this inhuman act….Even dogs when you treat them well they know how to respect others.i really disappointed with my goverment for being to apologitic.It hurts badly.

EW: I was once informed that the percentage of crimes committed by foreigners is around 5%. Police, wherever they may be, can’t go around beating up people, citizens or foreigners. So when the African-American was beaten up by RELA only this year, we want to talk about the war in Iraq?

16. Vera Viji - September 5, 2007

“How come we can tolerate too many illegals when there are rules here…..My family was rob by an illegal indonesian and my father was very hurt by the robber.I cannot protest or demand apology from the people if Indonesia or complaint to our minister….How do you pacify me on this inhuman act….Even dogs when you treat them well they know how to respect others.i really disappointed with my goverment for being to apologitic.It hurts badly.”

well..U remember the terorist Dr Azahari atau Noordin M Top yang asal Malaysia ?? U have to make up ur mind dear…!!!! Don’t take this personal ..u don’t know what u talking about here…

illegal workers from indonesia ..becoz Malaysia need big help ( of course cheap cost!! ) to build ur PETRONAS , SEPANG airport..and many more…How can u say IT’s NOTHING ????

I don’t wanna blame u , coz u are Malaysian ..of course u have to stand by ur countri…I respect that!

But..Plz…Donald is not a criminal..for God shake!!!

17. akhbar - September 5, 2007

Long live the believers and matyrs

18. Ganesha - September 10, 2007

Try to be neutral here…

Are we stupid or what…??? If you realize, western country have their eyes on us. On our oil reserve…

They need years to break down and conquer west asia, and make them a civil war zone.

And now they only need to wait without any effort, before south east asia become civil war zone.

We are arguing about fight, crime, and justice.

Wake up guys… There are more important issue need to be discussed…

19. primova - October 9, 2007

ada 3 negara yang berpotensi menjadi musuh Indonesia di masa mendatang:
1. Malaysia..so pasti…Malaysia
2. Singapura
3. Australia
dan NATO di belakang mereka.

Tetapi ingatlah, rakyat Indonesia sudah biasa berperang

20. LaknatIndon - October 11, 2007

Bangsa Indonesia adalah bangsa paling dilaknat Allah.Bnyk malapetaka terjadi Di Indonesia.Malaysia tetap baik hati menolong dan menghantar derma utk Tsunami,Banjir, gempa bumi dan lain lain lagi.

Tapi Indon tetap tak berterima kasih dgn Malaysia. Apa masalah mu wahai bangsa yg dilaknat tuhan.Rakyat Indon walaupun sudah dikasi pekerjaan tetap juga nak merompak di Malaysia padahal gaji di Malaysia sudah besar dibandingkan di Indon.

Orang indon suka demontrasi agaknya setiap kali demonstrasi diberi makan nasi mungkin.Kan disana hidupnya susah gaji minimal Rm5 sehari.Mau makan nasi pun susah.KAhkahkah

Aku rasa elok kamu semua rakyat Indonesia minta pada Tuhan supaya ditukar jadi Anjing.Supaya dapat makan sampah yg banyak dikota Jakarta sana.Kan sampah lagi bnyk dari makanan.

Kami rakyat Malaysia sangat Toleransi sebenarnya.Kami sudah tak tahan dengan orang Indon yang asyik nak buat kacau shj walaupun dgn isu2 kecil.

Orang Indon tunggulah laknat terbaru dari Allah selepas raya ini.

Ya Tuhanku Laknatlah lagi bangsa Indonesia ini.Mereka orang yang tak pernah bersyukur walaupun sering dibantu Malaysia.

21. org_melaka - October 17, 2007

for Msian:astaga!!! how could u as a muslim praying for davastation in Indo? muslim msia yg mmalukan!! and how could u say that indons never say thanx to us? have u ever asked or watch the TV or even go to Indo? those poor indon r thankful to us, u know!! ur comment show’s that u r talking without heart and brain! lain kali kamu jgn bawa nama Allah lagi! no wonder ur race called “melayu” which means “bangsa yg melayu”. as a msian malay boy, i really respect indon and also love msia.
to Nadia (msian): just bcoz u got robed, u blame the whole indonesia? what a stupid slut! what about the indonesian jungle that our goverment robed? wake up Nadia! u only lost a cent while indon lost dollars!. u think by taking out all 4 mill foreign workers from Msia will solve the problem? the problem is that our “Tauke” imported these foreigner because their cheap but talented! i see no malay can do better construction job like indons. malay like as doesn’t want to do those job. that’s why we need ’em.
i realize that indo r a potential nation too. hanya korupsi dan bencana alam yg jd penghalang.

22. orgmelaka - October 17, 2007

for Msian:astaga!!! how could u as a muslim praying for davastation in Indo? muslim msia yg mmalukan!! and how could u say that indons never say thanx to us? have u ever asked or watch the TV or even go to Indo? those poor indon r thankful to us, u know!! ur comment show’s that u r talking without heart and brain! lain kali kamu jgn bawa nama Allah lagi! no wonder ur race called “melayu” which means “bangsa yg melayu”. as a msian malay boy, i really respect indon and also love msia.
to Nadia (msian): just bcoz u got robed, u blame the whole indonesia? what a stupid slut! what about the indonesian jungle that our goverment robed? wake up Nadia! u only lost a cent while indon lost dollars!. u think by taking out all 4 mill foreign workers from Msia will solve the problem? the problem is that our “Tauke” imported these foreigner because their cheap but talented! i see no malay can do better construction job like indons. malay like as doesn’t want to do those job. that’s why we need ’em.
i realize that indo r a potential nation too. hanya korupsi dan bencana alam yg jd penghalang. please Indonesia! don’t make a war or i will have to fight u too

23. Ellen - October 17, 2007

ganyang malaysia adalah sesuatu perkara yang telah memperlihatkan diskriminasi terhadap negara lain. padahal Indonesia dan Malaysia merupakan satu rumpun yang harusnya dapat menghargai satu sama lain. Jika kita memulai sesuatu maka kita harus mau mempertanggungjawabkannya. coba Anda pikir, bila anda melakukan sesuatu tindak kejahatan lalu Anda pergi begitu saja meninggalkan perkara Anda, tidak tersiratkan di pikiran Anda bahwa yang anda lakukan itu buruk dan terlihat oleh yang di atas??????? Apakah Anda bisa berpangku tangan saja atau berpikir tidak pernah terjadi apa apa, berarti Anda adalah orang yang tidak terdidik serta tidak memiliki rasa kemanusiaan dimana seharusnya setiap orang memilikinya.. terima kasih!

24. perjuangan - October 22, 2007

apapun malaysia tetap the best

25. FarishFarhan - October 23, 2007

Tenang saudara2 ku jangan terbawa emosi.Tidak perlu lah kita saling mencaci.Kita bersaudara selesaikan semuanya dengan kepala dingin.saling introspeksilah ke dalam diri kita masing-masing.Untuk orang Indonesia tidak perlu lah mengadakan yang namanya ganyang malaysia begitupun untuk orang Malaysia ingatlah bahwa semua ini disebabkan oleh oknum polis, imigresen, dan goverment saja yang tidak hanya kepada pendatang tetapi terhadap bangsa sendiripun bersikap kasar.Jadi berfikirlah yang jernih mengenai isu ini.Kena tanya kepada diri masing-masing dan duduklah bersama

26. anak merdeka - October 23, 2007

malaysia is still best forever

27. Agus Sulistya - October 25, 2007

Fuck You Malaysia…kalian adalah kaki tangan amerika…kalian adalah kaki tangan yahudi…
berbanggalah kalian selalu dilindungi… yahudi..tunggulah kehancuranmu fuck’n malaysia…
ku doakan kamu panjang umur agar dapat melihat kehancuran fuck’n malaysia….para intelejen malaysia (DR AZHAHARI, NURDIN M.TOP, DLL)tidak akan mampu menghancurkan INDONESIA…mereka pasti akan mati satu persatu like DR AZAHARI…dan juga kamu akan mati like they are…mulai saat ini hati2lah saat keluar dari kandangmu…

28. primova - October 26, 2007

Malaysia???bukan!! Tapi Malingsia!! (sia=kamu dalam bhs Sunda) atau artinya kurang lebih …Bajingan lo…

Inget2 ya?? Jangan sebut Malaysia..tetapi Malingsia

29. Sang Penantang - October 26, 2007

Untuk Orang – orang Malaysia yang merasa “berpendidikan”
Jika kalian adalah bangsa yang berpendidikan dan negara kalian adalah negara dengan hukum yang berlaku, tentunya sikap dan perbuatan kalian adalah perbuatan orang “berpendidikan” dan memperlakukan hukum untuk semua orang. Tetapi jika perbuatan kalian seperti sekarang ini, memukuli orang Indonesia tanpa sebab, pengadilan yang tidak fair, itu semua merupakan gambaran bangsa yang tidak berpendidikan dan tidak ada hukum yang berlaku kecuali hukum rimba. Jika hanya masalah kriminal yang berkembang di Malaysia, proseslah semua itu di pengadilan kalian ( tapi kalau pengadilan Malaysia ADIL ). Kalian hanya merasa bangsa serumpun tapi perilaku kalian sangat jauh dengan budaya timur yang menjunjung tinggi sopan santun dan hidup sebagai bangsa yang beradab. Kalau kalian hanya mau menutupi besarnya kasus korupsi di negara kalian, kekeruhan hubungan Indonesia tidak akan menyelesaikan masalah, karena tetap saja korupsi di negaramu sendiri berlangsung.

Hai Malaysia ” Mana DADAMU, ini DADAKU !!!!”.

30. iWAN - October 26, 2007

setuju…. coba bayangkan betapa tidak kreatifnya bangsa yang namanya Malingsia (Malaysia) itu.. buat lagu kampanye pariwisata aja mesti nyolong lagu Indon… nah bangsa Indon ini ternyata lebih berbudaya dari pada bangsa maling (Malaysia). Terus ada berita lucu lagi dibawah ini dari gatra.com

Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia “Cinta Sayang” pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Indang Sungai Garinggiang.

Coba?? pikir sendiri … jadi julukan malingsia (malaysia) itu memang cocok… udah ngga kreatif masih maling pula…


31. iWAN - October 26, 2007

Malaysia Kembali `Bajak` Lagu Daerah RI

Tokyo, 26 Oktober 2007 10:12
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu di Tokyo, Kamis (25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi `pembajakan` tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka,” kata Pitono, sebagaimana dilansir dari Antara.

Pihak konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad-Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia.

“Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

“Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya,” kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

Antara menyebutkan, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia “Cinta Sayang” pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Indang Sungai Garinggiang.

Sebelum dan sesudahnya, pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.

Untuk memastikan, pihak Konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu “Indang Sungai Garinggiang” adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

“Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingatkan Malaysia,” kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring “Tari Indang”. Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo untuk dapat mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku Rasa Sayange juga dibajak oleh negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim di Malaysia. [EL, Ant]

32. iWAN - October 26, 2007

Wahai Bangsa Indon, bagaimana kalau kita semua demo di Istana presiden …minta SBY agar menyatakan perang ke Malingsia? Atau kita hidupkan lagi spirit GANYANG MALAYSIA!!!

33. SI NOER77 - October 28, 2007


TKI Minim, Malaysia Kelimpungan

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia berang. Kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Indonesia tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Jiran itu tidak bisa berjalan sempurna. Akibatnya, mereka mengalami kekurangan tenaga kerja sekaligus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan TKI dari jalur belakang.

Kekesalan itu diungkapkan Mendagri Malaysia Radzi Sheikh Ahmad kemarin. Menurut dia, rata-rata setiap bulan terdapat 1.000 TKI yang masuk ke Malaysia. Namun, beberapa bulan terakhir, jumlahnya menurun drastis. Radzi menyalahkan agen penyalur di Indonesia atas turunnya minat TKI untuk bekerja di negaranya.

“Mereka (TKI) sengaja tidak didorong agar bersedia bekerja di sini. Mereka juga diyakinkan bahwa gaji Malaysia paling rendah(memang iya!)dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Hongkong,” katanya. Soal gaji, Radzi tak mengingkari. Di Malaysia, seorang TKI yang bekerja sebagai pembantu mendapat MYR 400 (sekitar Rp 1 juta) per bulan. Jika bekerja di Singapura atau Hongkong, mereka bisa mendapat dua kali lipat.

Tetapi, kata Radzi, tetap saja sedikitnya TKI yang datang ke Malaysia disebabkan keengganan agen penyalur. Sejak lama, agen penyalur di Indonesia protes karena mendapat keuntungan lebih sedikit dibandingkan agen penyalur di Malaysia. Berdasar nota kesepahaman (MoU) pemerintah kedua negara, tarif rekrutmen satu orang TKI mencapai MYR 3.000 (sekitar Rp 7,8 juta). Kenyataannya, agen penyalur di Indonesia minta harga lebih tinggi.

Karena butuh, Malaysia terpaksa mendatangkan TKI dengan jalur belakang. Akibatnya, mereka harus membayar dua kali lipat daripada harga resmi. Malaysia sebenarnya sudah mencari sumber tenaga kerja migran dari negara lain seperti India, Laos, Myanmar, atau Kamboja, tapi TKI punya keunggulan yang tidak bisa disamai. Misalnya, kedekatan budaya dan bahasa antara Indonesia dan Malaysia.

Radzi mengaku berencana menyelesaikan masalah itu dengan pemerintah Indonesia secepatnya. Dia juga tidak berniat memperbaiki kondisi kerja TKI di negaranya. “Kami tidak bisa mengatur TKI mendapat libur atau tidak. Itu kan urusan majikannya,” ujarnya singkat. Sejak lama Malaysia dikecam Human Rights Watch karena TKI sering dipaksa bekerja 18 jam sehari, tujuh hari seminggu dengan gaji kecil.

wahai saudaraku rakyat M’sia jangan kau pongah-sombong ya! Hidup ibarat roda sekarang anda diatas esok hari hmmm…anda bisa dibawah. Dato sri anwar ibrahim pernah berkata m’sia sedang mengalami kemunduran(ekonomi-politik) dibandingkan Indonesia-vietnam. bukalah minda anda lihat yg ada diluar sana! Jangan macam katak dalam tempurung!

34. SI NOER77 - October 28, 2007


kata berita kalian sudah tidak menginginkan pekerja kami lagi (is ok!) Sampai di usir+dirogol by RELA/MILITIA? tapi kenapa bila TKI ‘tak nak kerja’/tak minat pergi ke M’sia. pemerintah anda resah dan marah lagi pada kami! Ape dah jadi beb!

Bila di M’sia ada Banyak TKI. anda marah, usir mereka dan bilang kami ini perompak! Saya ingin tanya MAT REMPIT itu warga M’sia atau bukan?. Faktanya mereka ini yang melakukan jenayah/kriminal kan!

Bila TKI minim & tak minat pergi M’sia. anda resah/marah pula. Aduui…ya kami tau lah kalian tak mampu membangun building-jalan-plant-kebun sendiri. Dato mahathir bilang melayu m’sia itu terlalu manja, not like us! disini (Indonesia) kami tidak pernah manja pada pemerintah kami. semua diusahakan dikerjakan sendiri lebih dulu tanpa minta fasilitas.

Jadi janganlah berlagak+sombong ya. Bila anda tak ingin lagi Tenaga Kerja Indonesia tak apalah! Sila anda boleh import dari Africa, takde indon lagi kat M’sia tapi nigro berlambak, kan besh tu, he he he… :mrgreen:

*Just writing from my mind, nothing personal. peace bro…

35. murder_acc - October 29, 2007

Cobalah dewasa malaysia ini bukan masalah ekonomi bukan masalah ras tapi ini masalah harga diri ………………

36. Sang Pen - October 31, 2007

Orang Malaysia selalu mengatakan We’re the best. Malaysia kepanjangan tangan dari kaum imperalis barat yang menginginkan kawasan Asia Tenggara tidak Stabil ( baik ekonomi, politik dan sosial ). Hidup Malaysia hanya karena sokongan kaum imperalis barat saja, akibatnya kemampuan berpikir dan kreatifitasnya sangat rendah. Untuk membuat lagu saja, Malaysia sangat tidak mampu, sehingga yang mereka bisa hanya “mencuri” lagu daerah Indonesia. Makanya ketika ada protes dari Konsulat Indonesia, Malaysia tidak bisa menjawab karena menunggu “bisikan” jawaban kaum imperalis penyokongnya. Apa yang terlihat di Malaysia sekarang merupakan “fasilitas” dari imperalis barat buat Malaysia ( selaku kaki tangan imperalis). Sebetulnya, jika Malaysia bangsa ” besar “, tidak perlu menjadi kaki tangan seperti itu. Tetapi menjadi bangsa besar memang tidak mudah, banyak yang akan “mengganggu”, sebagai contoh Iran, Venezuela, Indonesia, Palestina dll. Pertanyaannya apakah Malaysia mampu menjadi bangsa besar jika hanrus menghadapi rintangan itu ? Jawabannya sangat mudah yaitu TIDAK MAMPU, karena Malaysia hanya bisa menjadi bangsa yang iri dan bangsa yang ingin menentang bangsa lain menjadi bangsa besar. Apakah Malaysia hanya ingin menjadi bangsa yang senantiasa dicaci maki saja ?. Apakah Malaysia sudah “merasa” kuat di Asia Tenggara? Kekuatan itu perlu dibuktikan. Perlu diingat, Malaysia hanya bisa bergerak karena disokong Inggris sebagai “bekas penjajahnya”, yang menginginkan Malaysia tetap mengirim “upeti” ke Inggris.
Kasihan sekali Malaysia, sudah menjadi kaki tangan imperalis masih harus bayar “upeti”. Malaysia tidak perlu malu karena harga diri, karena Malaysia sudah tidak punya ” HARGA DIRI”.

37. Patung-Pancoran - October 31, 2007


38. Patung-Pancoran - October 31, 2007


39. nn - November 15, 2007

uwis uwis, ojo ngunu kuwilah, ojo podho kokeyan bacot. sing anteng anteng wae. urip podho seduluran, kuwi luwih minulyo tinimbang teng pentheleng ora karu karuan. nek gelut yo, ndang gelut wae. ben podho konangan sopo sing ringkih ingkah ingkih. rawe rawe rantas, malang malang putung. malaysia njaluk di ilas ilas lan di penthung.

40. MuslimSejati - November 25, 2007

Senang cerita gini aja…

Sebenarnya memang kerajaan Malaysia jahat, zalim, iblis macam setan.

Kepada orang2 indonesia, kamu mesti ingat, bukan kamu saja yg jadi mangsa kerajaan Malaysia(UMNO).

Rakyat Malaysia lagi dasyat dizalimi oleh kerajaan UMNO Malaysia.

Orang Indonesia tak perlu perang sama Malaysia. Biar rakyat Malaysia sendiri yang tewaskan kerajaan zalim UMNO Malaysia.

Yang jahat keatas kamu bukan rakyat Malaysia tapi kerajaan UMNO Malaysia. Sebab itu kamu semua mesti bantu kami menewaskan UMNO supaya tiada lagi kezaliman berlaku.

Kami rakyat Malaysia lagi teruk kena zalim dengan kerajaan sendiri.

Kamu mesti bantu rakyat Malaysia hapuskan kerajaan UMNO Malaysia sekarang……

41. adiputra - December 7, 2007

kalau mahu kerja di Singapura dan hong kong silakanlah. kalau tahan di paksa makan babi di sana.

kami di sini sudah cukup baik sediakan segalanya untuk TKI. Makan minum cukup. Tiada masalah beribadat.

Saya pergi jakarta tempohhari, supir saya beritahu pembantu rumah kena buat semua, gaji cuma 400 000.

di sini bibik saya makan minum berak cangkung, cuma jaga anak 2 orang. masak pun tidak kerana masakannya tak enak. gajinya sudah rm500. Di indonesia gaji seperti itu sudah macam lecturer universiti.

Itu pun bibik saya banyak komplen. penat lah, sakit belakang lah, suruh hantar jumpa saudaralah. Mau pinjam uang lah. Mahu kerja parttime mengurut lah.

Kesimpulannya orang indonesia ini memang tidak di untung.

42. ah lee - December 14, 2007

makan tai adja kalian………..!!!!!!!!!!!!!
gratis kok….!!!!!

43. nani - January 12, 2008

“alaysia???bukan!! Tapi Malingsia!! (sia=kamu dalam bhs Sunda) atau artinya kurang lebih …Bajingan lo…

Inget2 ya?? Jangan sebut Malaysia..tetapi Malingsia”

what about ‘indonesia” word “sia” ? does it give same meaning?.

anyway.. not all malaysian and indonesian bad people and also not all of them good people. try to give and take and win-win situation. we are not encourage your people to come in our country.. it’s all your people want.. masih ingat ada yg mati ditengah-tengah laut mahu kemalaysia secara haram. itu maksudnya.. there is some thing special about malaysia your people looking for. job and money…

we also help your people for example at Acheh.. did you thanks for it?

44. Haji Losong2 - January 17, 2008

Paling mudah mengatasi isu budaya ini… mudah sahaja

Malaysia pulangkan balik kesemua tarian … lagu…….kesenian yang dikatakan milik Indonesia…………….


pulangkan balik Bahasa Melayu yang telah diubah kepada bahasa Indonesia dan sila gunakan bahasa anda sendiri iaitu Bahasa Jawa…..
Jangan guna lagi bahasa Melayu kami kerana itu sebenarnya bahasa kami……………………………………………………………………

45. Haji Losong2 - January 17, 2008

ni bukti kukuh mengatakan Bahasa Indonesia itu sendiri berasal daripada bahasa Melayu…………

petikan dari ungkapan Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Indonesia) dalam Kongres Bahasa Indonesia I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah,..
“jang dinamakan ‘Bahasa Indonesia’ jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari ‘Melajoe Riaoe’, akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia”
dan pada Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra Utara, “…bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia”

Secara sejarah, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap “lahir” atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.

46. betistato - July 14, 2008

bego bgt si haji longsong ini…
Melayu Riau di bilang Melayu Malay..
Da gilak kw..
Melayu Malay sama dgn Melayu Deli di North Sumatra..
Kl yang Melayu Riau gk sama monyet..
Bodoh kau… Gk tau apa2 sok koment..
Lagipula sejak kapan cm org jawa aja yg kaw anggap org indonesia..
Ada puluhan suku boss..
Melayu hanyalah sebagian kecil penduduk yg tinggal di sumatra
Btw Malaysia emg gk punya jiwa seni kok..
makanya dia maling..
di malaysia artis2 indon yg punya rate penjualan di tinggi..
di indonesia paling cm siti nurhalizah..
itu pun ak najis ngliatnya..
gk ada bagus2nya..
fuck u malaysia..
medan waiting to kill ur people here….

47. kenapa berantakan - November 23, 2008

indonesians… no doubt malaysia and malaysians are not “perfect”- is your country perfect?

You complain the “boss” in malaysia treat your indonesian people badly- how about the “boss” in your country? Do they treat you people PERFECTLY? No cases of abuse or rape AT ALL?

I’m not saying its acceptable- It is NEVER acceptable. I’m saying, you guys are condemning malaysia for crimes YOUR OWN PEOPLE ARE NOT INNOCENT OF. Thats the problem here. You have this “holier than thou” complex. What if your country is as developed as Malaysia and Singapore? How would you be? Even more arrogant right?

When I read the comments here, I find some malaysians giving ignorant comments- yet most of them if you notice, do try to find peace with indonesians. EVENTHOUGH malaysians are very upset with indonesians as well. Why is it wrong for malaysians to abuse or rape indonesians, but it is OKAY for indonesians to abuse and rape malaysians? What ? You never heard of it? Dear fellow indonesians, theres so so so so many case of kidnapping, abuse, robbing and yes, RAPE done by indonesians to malaysian girls. But it doenst get to the media because malays look at rape as a taboo. They simply keep it to themselves and suffer in silence. Have we not forget the case of the malay girl who was kidnapped to indonesia and was force to marry and wasnt allowed to go back to her family in malaysia? have we not forget many other similar reported cases?

Why is it wrong for Indonesians to accept any kind of abuse, but it is OKAY for malaysians? Why the double standard?

In fact, the cases of abuse of indonesians by malaysians are very small AS COMPARED TO case of abuse done by indonesians in malaysia to malaysians.

Malaysians take indonesian men to work as construction workers because atas dasar serumpun dan seagama, tolong menolong dan kejiranan. Tapi balasan yang diberi? Indonesian construction workers kidnap our girls, hypnotise them and rape them. I can never ever feel safe when I walk across any place that has indonesian construction workers. They will holler at you and follow you, try to talk to you- AND I WEAR JILBAB AMA JUBAH, tanpa mekap. Many malay girls who are innocent and naive accept to befriend these indonesian construction workers and sadly many of these girls were raped and kidnapped.

Indonesian women housemaids? Malaysians take them for similar reasons, kejiranan, serumpun, seagama. Tapi balasannya? Di masukin jampi jampi ama benda kotor dalam makanan majikan. Di dera dan dipukul anak anak kecil majikan. Diberi alasan yang banyak- enggak bisa kerja pak, sakit badan. Tiap-tiap hari cuma ngomong-ngomong di talipon dan ngomong-ngomong ama kawan-kawan, nonton sinetron atau tidur aja. Enggak pernah mau kerja. Ada aja alasannya. Pokoknya majikan sendiri yang terpaksa kemas rumah, masak etc- siapa yang malas ya? Malas kerja, tapi majikan tetap bagi ongkos lumayan, makan lumayan, hadiah lumayan (dapat handphone, baju, dibawa bercuti, etc) tapi tetap mau curi wang, barang kemas, baju, barang-barang majikan- emangnya rakyat kamu tamak?. Yang paling rakyat malaysia kesal- wanita indonesia ini malah ada yang coba coba untuk merosakkan rumahtangga majikan. Coba coba membuat majikan laki-lakinya tinggalkan istrinya.

Emangnya kenapa kamu rakyat indonesia double standard? Jika kamu mau apology, dimana apology kamu? Jika kamu mau rakyat malaysia simpati atas nasib kamu, mengapa tidak simpati pada kami? Jika kamu mau rakyat malaysia hentikan kejahatan terhadapmu, mengapa kamu tidak mau hentikan kejahatan terhadap kami- malah terus terus aja mau “ganyang” kami? dan pura pura (pretend) kamu itu sangat sempurna?

Bukan saja rakyat malaysia, malah tanyalah ama rakyat arab saudi, rakyat emiriah arab bersatu, rakyat eropah, malah mana-mana aja- maklum seantero dunia udah tau akan masalah-masalah yang dibawa orang-orang kalian. Nah, coba bersikap jujur dan perbetulkan kejahatan kaum kalian? Coba- ya, COBA buka mata pada kebenaran? Kami rakyat malaysia tidak pernah kata kami ini hebat atau dewa- malah kami mengaku jika ada kesilapan. Tapi kamu? Kamu enggak mau ngerti, nggak mau mengaku yang kamu itu emangnya banyak masalah, selalu membawa kejahatan di negara orang- malah di negara kamu sendiri. sekurang0kurangnya rakyat malaysia menyalahkan kerajaan. Tapi kamu? Malah kerajaan kamu sendiri yang satu dunia udah maklum korup banget- kamu tidak langsung salahkan? Emangnya kamu itu negara dewa? Negara surga? Emangnya indonesia itu baik banget hingga semua kejahatan itu adalah hasil orang luar, bukan langsung hasil orang-orang kalian? Walau satu percent bukan? Semuanya elok-elok, baik baik aja? Emangnga gitu ya?

Coba kamu bilang, jika amah kamu coba coba

48. kenapa berantakan - November 23, 2008

*jika amah kamu coba coba rampas suami kamu, jika amah kamu pukul anakmu malah membunuhnya, jika amah kamu enggak mau kerja malah minta-minta wang, malah curi barang-barang kamu- gimana ya?

jika pekerja asing di negara kamu malah menculik dan rogol anak anak gadis kamu- gimana ya?

kapan lagi kalian mau be in denial atas kejahatan rakyat kalian sendiri?

saya, seperti kalian, tidak buat apa apa kejahatan terhadap manusia lain, inshaallah. Tapi yakinlah, ada di antara orang orang negara saya, dan orang orang negara kalian yang membuat kejahatan. jadi kita harus buka mata ya, dan akui kebenaran, walaupun kebenaran itu pahit ditelan

49. chilli - November 27, 2008

gw orang medan bro..medan lar yang pertama akan hancurkan malingsia….ingat tu bah

50. merahputih - December 1, 2008

This forum is suck. I’m really not interest wih this forum.

There’s one thing that I know about this forum..

Two words..


that’s all

51. pink_pink - December 5, 2008

hello..kalau dah rasa-rasa msian ni jahat, teruk, zalim dan semua yg buruk2..kenapa dtg malaysia..lain kali jgn dtgla..dah la suka merompak , merogol, menyemak..tu lah dia..tak reti nak bersyukur. pergila ke sgapore, middle east sana..dont ever come to msia!!

52. Jangan Jadi Bodoh!Ingat! - January 18, 2009

Bodoh lah kalian berkelahi,Malaysia dan Indonesia kan asal identiti cuma sempadan negara direka penjajah, kalau tak ada sempadan direka penjajah, aku rasa kalian pun semua mengakuio asal rumpun Budaya yang sama, jadi bagaiamana nak kata tarian tradisional itu milik malaysia atau indonesia.sedangkan tarian itu dari dulu nenek moyang kita yang ajar.sekarang penjajah yang ketawakan kalian semua.British Dan Belanda bikin sempadan Negara kita kita pula bodoh berprang sedangkan Nenek Moyang Kita asal keturunan,adat,bangsa yang sama, Bangsa Nusantara! Bukan Indonesia atau Malaysia.Nusantara!

53. Jangan Jadi Bodoh!Ingat! - January 18, 2009

Jangan Jadi Bodo! INgat. Nenek Moyang Kita asalnya sama.jadi jangan begitu Bodoh keheranan melihat budaya kita,Lagu tradisi Kita pun punya kesamaan.Karna kenapa+>gurunya sama.Bukan soal anak murid siapa yang yang terbaik tapi soalnya gurunya tetap sama.

KIta masih punya rambut warna sama hitam,kulit perang,bau taik pun sama masih juga dibilang kita ga sama. bukankah itu kebodohan.pada dasar fizikalnya kita tetap sama dari segi rupawan.

Jadi Jangan Jadi Bodoh diperbodohkan,diperalatakan bangsa british dan Belanda yang memberi sempadan gara gara menyuruh kita berperang.Jika tiada sempadan antara kita, kita masih lagi mungkin satu negara,mungkin bukan malaysia atau Indonesia,mungkin nama lain! jadi pakai otak, jangan biarkan anda bodoh!

54. haina - February 17, 2009

sudah la

55. mina - February 18, 2009

memang bodoh adakan forum macam ni..
baik bukak forum ganyang israel!!!
orang jahat ada di semua negara dan bangsa.. bukan semua orang malaysia jahat.. dan bukan semua orang indonesia baik..
tapi, yang aku pasti semua orang yahudi + israel jahat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: